Cara Menulis Esai yang Bagus

Terkadang, Anda harus bisa menulis esai yang bagus dalam waktu singkat untuk suatu ujian yang waktunya dibatasi seperti Ujian Akhir Nasional. Selain itu, Anda juga mungkin mendapati tenggat untuk sebuah tugas esai sudah sangat dekat dan Anda harus menulisnya secepat mungkin. Walaupun sebuah esai yang ditulis pada detik-detik terakhir tidak akan sama bagusnya dengan esai yang dikerjakan secara perlahan dan berhati-hati, Anda tetap dapat menulis sebuah esai yang cukup bagus dalam waktu singkat.

Menurut bahasa, esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. (KBBI). Sebagai kata kerja (verb), essay artinya mencoba, berusaha. We essayed a crossing of the river without success; Kami mencoba menyeberangi sungai itu tanpa hasil.

Baca: Apa Motivasi Anda Menulis Makalah

Selama kuliah, Anda biasanya akan diminta menulis esai. Anda mungkin diminta mengerjakan esai untuk tugas di kelas, mengikuti lomba menulis, atau menulis esai supaya diterima di universitas. Artikel ini akan membantu Anda memahami proses menulis dan revisi untuk segala jenis esai. Selanjutnya, Anda akan dapat mempelajari cara menulis esai naratif, persuatif, dan eksposisi.

Untuk bisa menulis sebuah esai argumentatif yang mengesankan dan bisa mendapatkan nilai yang bagus, maka pertama-tama kamu harus memahami terlebih dahulu: apakah esai argumentatif itu?

1. Tulisan dimana kamu bisa mengutarakan pendapatmu tentang suatu masalah
2. Tulisan dimana kamu bisa menyajikan fakta-fakta untuk mendukung pendapatmu
3. Tulisan dimana kamu juga harus membahas argumen pihak yang berlawanan

Contoh Essay – Apakah kamu suka menulis? Jika iya dimanakah biasanya kamu menyalurkan ide tulisanmu? Sebenarnya banyak sekali media yang bisa dijadikan untuk menampung ide dalam bentuk tulisan. Nah, pada artikel kali ini masih ada kaitannya dengan bakat menulis tadi, yaitu menulis esai. Saya rasa ini adalaha cara paling elegan untuk menyalurkan hobi menulis kamu.

Jadi, yang perlu kalian pahami dalam membuat esai, adalah dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

1. Tentukan topik.

Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan ditulis. Apakah berupa tinjauan umum, atau analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan tinjauan umum, maka langsung menuju ke langkah berikutnya. Tapi jika ingin melakukan analisis khusus, topik harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, kita harus memepersempit lagi topiknya.

2. Buatlah outline atau garis besar ide-ide yang akan dibuat.

3. Tuliskan esai dalam kalimat yang singkat dan jelas.

Suatu pernyataan esai mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Pernyataan esai terdiri dari dua bagian:

4. Tuliskan tubuh esai.
5. Buatlah dengan menarik perhatian pembaca.
6. Tuliskan kesimpulan
7. Berikan sentuhan terakhir

Menurut kbbi.web.id, esai diartikan sebagai suatu karangan yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang penulisnya. Esai sendiri termasuk ke dalam salah satu diantara jenis-jenis prosa baru selain macam-macam cerpen, jenis-jenis roman, jenis-jenis drama, dan jenis-jenis novel. Selain sebagai prosa baru, esai juga dapat digolongkan sebagai salah satu diantara jenis-jenis karangan semi ilmiah.

http://romeltea.com/pengertian-dan-teknik-menulis-esai/
https://dosenbahasa.com/cara-membuat-esai-yang-benar
https://blog.ruangguru.com/langkah-langkah-penting-dalam-membuat-esai
https://www.bagi-in.com/contoh-essay/
https://id.wikihow.com/Menulis-Esai-yang-Bagus-dalam-Waktu-Singkat
https://id.wikihow.com/Menulis-Esai
https://www.ef.co.id/englishfirst/efblog/reading-and-writing/tips-menulis/tips-menulis-esai-argumentatif/

Buku Menulis Karya Ilmiah

Sekalipun telah terbit sejumlah buku panduan menulis karya tulis ilmiah dalam konteks Indonesia, buku panduan yang secara khusus ditujukan untuk meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah di bidang ilmu sosial masih kurang memadai. Di lain pihak, menuangkan gagasan ilmiah secara tertulis bukanlah hal yang mudah. bertolak dari masalah tersebut, buku ini terbit untuk memperkaya khazanah pustaka tentang panduan dalam mempersiapkan, menulis dan mencermati karya tulis ilmiah sosial

Baca: Pelatihan Menulis Kreatif


Kemampuan menulis karya ilmiah menjadi sangat penting sebagai wujud pemahaman kita tentang permasalahan atau kajian ilmu yang kita pelajari. Melalui penulisan karya ilmiah, berbagai konsep, teori atau gagasan baru lahir dan dapat dikaji kembali secara ilmiah. Hal ini sekaligus sebagai penanda semakin berkembangnya ilmu yang dipelajari.

Karya Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Karya ilmiah juga biasa disebut karangan ilmiah. Menurut Brotowidjoyo karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar.

Sebenarnya karya tulis ilmiah ialah sebuah karya yang merupakan laporan maupun tulisan dengan menjabarkan hasil penelitian atau riset dari sebuah masalah. Sedangkan penelitian yang dilakukan bisa berupa kelompok maupun individu. Namun dalam meneliti juga harus mematuhi aturan aturan serta kaidah ilmu yang sudah disepakati & ditaati kalangan keilmuan.

Panduan Praktis Penulisan Karya Ilmiah

Buku ini tidak hanya menguraikan bagaimana menulis karya tulis, tetapi juga men­jelaskan bagaimana menyiapkan karya tulis yang memenuhi standar nasional dan internasional. Tekanannya bukan saja pada syarat yang teknis, tetapi juga pada kon­sep yang mendasar.Dengan satu buku ini saja Anda sudah mempunyai pedoman dasar untuk menulis segala jenis karya ilmiah, termasuk untuk menulis buku, kamus, dan entri ensik­lopedia sekalipun. Oleh karena itu, buku ini akan sangat berguna bagi seorang pe­mula serta bagi mereka yang memerlukan penyegaran atau pemahiran kemampuan menulis.

Mahasiswa dalam Menulis Karya Ilmiah

Dasar dari penulisan karya tulis ilmiah adalah rasa ingin tahu memecahkan sebuah permasalahan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan serta disusun secara sistematis dan metodologis. “Dampak dari menulis karya tulis ilmiah salah satunya membentuk pemikiran yang kreatif, kritis, dan sistematis.

Ada beberapa hal mengenai ciri ciri karya ilmiah itu sendiri. Diantaranya sebagai berikut :

1. Struktur Sajian

Untuk struktur karya ilmiah sendiri cukup ketat, dan biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (Pembahasan), dan Penutup.

2. Komponen dan Substansi

Ada beberapa variasi komponen karya ilmiah yang mesti sesuai jenis karya ilmiah sendiri. Tapi semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, pembahasan, penutup, dan daftar pustaka. Artikel mengenai karya ilmiah dalam jurnal mempersyarakatkan adanya abstrak.
3. Sikap Penulis

Sidap penulis karya ilmiah merupakan objektif, dengan penyampaian gaya bahasanya impersonal. Penggunaannya yang bentuk pasif tanpa menggunakan kata ganti orang pertama maupun kedua.
4. Penggunaan Bahasa

Dalam pembuatan karya ilmiah menggunakan bahasa yang baku dengan pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektiv dengan struktur yang baku.


http://insantama.sch.id/tiga-hari-berjamaah-menulis-karya-ilmiah/
https://kompas.id/gerai/belanja/buku/panduan-praktis-penulisan-karya-ilmiah/
https://pakarkomunikasi.com/teknik-penulisan-karya-ilmiah
http://obor.or.id/karya%20tulis%20ilmiah%20sosial:%20menyiapkan,%20menulis,%20dan%20mencermatinya%20(cetak%20ulang%20ke-3)
https://news.okezone.com/read/2012/02/10/373/573590/mendikbud-menulis-karya-ilmiah-itu-penting
https://prezi.com/rrqlk4x_xm5h/menulis-karya-ilmiah/
https://dentmasoci.com/karya-ilmiah/

Pelatihan Menulis Kreatif

Kreatif dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijabarkan sebagai memiliki daya cipta; kemampuan untuk menciptakan, bersifat (mengandung) daya cipta: pekerjaan yang – menghendaki kecerdasan dan imajinasi. Berpijak dari sini, maka bila kita berbicara soal Penulisan Kreatif (Creative Writing), maka secara sederhana dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan menciptakan tulisan yang bermuatan imajinasi dan memanfaatkan kecerdasaan dalam proses penciptaannya. Lebih kurang seperti itu. Aspek dalam kreatif sendiri bisa berupa di luar kebiasaan, otentik, orisinil, khas, berkarakter, out of the box, dan lain sebagainya.

UNS – dalam rangka meningkatkan kompetensi pustakawan, tenaga pendidik maupun mahasiswa dalam hal mengembangkan kompetensi menulis, UPT Perpustakaan UNS menggelar Pelatihan Menulis Kreatif : Artikel Ilmiah, Artikel Populer dan Karya Fiksi yang akan diselenggarakan pada Rabu (17/10/2018) bertempat di ruang seminar UPT Perpustakaan UNS. Acara ini diharapkan mampu menjawab problem tentang sulitnya menulis. Produk yang ingin diraih dari pelatihan ini, yakni peserta dapat menulis baik jurnal, menulis berita atau opini dan mampu melahirkan karya fiksi berupa novel maupun kumpulan puisi.

Baca: Cara Membuat Buku

Manfaat dari meningkatkan kepercayaan diri Anda dalam menulis sangatlah jelas dan dampaknya tidak hanya menyentuh tulisan itu sendiri. Ketika Anda lebih percaya diri, Anda menjadi lebih kreatif, ketika Anda lebih kreatif, Anda lebih bahagia, lebih tenang, dan lebih produktif.

“Beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam memulai menulis di media digital yaitu website atau blog. Untuk membangun sebuah website dibutuhkan domain dan hosting, beberapa hosting gratis diantaranya wordpress.com atau blogspot.com,” ungkapnya pada Seminar Website dan Kepenulisan yang digelar UKPM Kronika IAIN Metro, Minggu, 30 September 2018.

Penulis fiksi, puisi, naskah TV dan film, lirik lagu, bahkan iklan, menggantungkan diri pada kemampuan mereka untuk menelurkan ide dan mewujudkannya dalam bentuk kata-kata. Mencetuskan ide secara konsisten untuk menulis kreatif memang sulit, tetapi selalu ada cara untuk merangsang kreativitas dan mengindari kebuntuan menulis. Cobalah beberapa cara di bawah ini untuk membuat ide kreatif tetap mengalir.

Pertama-tama pembaca akan diajak mengenal makna creative writing yang sesungguhnya, kemudian dilanjutkan dengan gambaran tahap persiapan sebelum menulis, hingga tips-tips sederhana yang asyik dan menarik untuk memulai menulis secara kreatif. Pembaca diajak untuk memahaminya tahap demi tahap. Pelan namun mantap. Oleh karenanya, penulis menyajikan buku ini dalam bab-bab ringkas dimana setiap bab dapat dibaca dalam sekali duduk (kurang lebih 4-7 halaman setiap babnya).

Banyak orang mengagumi gaya bahasa Andrea Hirata karena penulisannya yang kreatif. Andrea bisa begitu karena memang didalam dirinya telah mengalir energi seni, yakni kepiawaian merangkai kata yang dapat menimbulkan rasa senang dan rasa nikmat pada diri pembacanya.

1. Mengeksplore cerita yang sudah ada

Tak jarang untuk mendapatkan tulisan yang kreatif, para penulis sering mencari inspirasi dari cerita yang sudah ada. Maka tak heran kalau orang yang suka menulis pasti suka membaca. Karena mereka bukan sekadar untuk membaca buku saja tetapi agar bisa mendapatkan inspirasi dari cerita-cerita yang sudah ada. Ini bukan menjiplak, tetapi mendapatkan inspirasi. Yang ini perlu digarisbawahi. Tidak harus membaca tulisan dalam buku saja, tulisan dalam media lain pun juga bisa dijadikan inspirasi. Dengan membaca banyak buku atau tulisan, maka nanti akan muncul ide-ide baru yang bisa dijadikan poin dalam tulisannya.

https://rayakultura.net/cara-asyik-menulis-kreatif/
https://blog.bukupedia.com/cara-mendapatkan-ide-untuk-menulis-kreatif/
https://caramenulisbuku.com/caramenulisbuku/bagaimana-cara-menciptakan-tulisan-yang-kreatif.htm
https://a-journo.blogspot.com/2011/12/menulis-kreatif-kreatif-menulis.html
https://www.saibumi.com/artikel-89914-kiat-menulis-kreatif-dan-produktif-dengan-memanfaatkan-teknologi-digital.html
http://pelitaku.sabda.org/meningkatkan_kepercayaan_diri_dalam_menulis_kreatif
https://library.uns.ac.id/pelatihan-menulis-kreatif/
https://id.wikihow.com/Mencari-Ide-untuk-Menulis-Kreatif

Apa Motivasi Anda Menulis Makalah

Ada penulis dengan motivasi untuk mendapatkan “Kum Faya Kum”. Ini banyak. Menulis dengan tujuan mencari jurnal dengan impact Factor, perangkingan Q1,2,3,4, atau perangkingan CiteScore Scopus, WoS yang demikian juga banyak.

Pemanfaatan media blog dapat digunakan berbeda – beda oleh setiap orang. Olehkarena itu penelitian bertujuan untuk mengetahui motivasi menulis dikalangan mahasiswa terutama kaitannya dengan aktivitas blogging yang menghasilkan karya berupa tulisan yang diposting serta pengaruhnya. Teori yang menjadi landasan penelitian ini adalah teori Uses And Grafication, blog berkaitan dengan bagaimana individu menggunakan dan memanfaatkan sesuai dengan motivasi yang terbentuk diperkuat pula oleh teori motivasi ERG, dan teori aktivitas atau Cultural Activity Theory.

Baca: Cara Membuat Buku Dengan Teknik Apa Adanya

Apakah kamu pernah meninggalkan blogmu karena motivasi menulis hilang begitu saja? Atau malah kamu sedang berada di fase tersebut dan bingung bagaimana harus menyikapinya? Fase menurunnya motivasi memang lumrah terjadi pada semua penulis kreatif. Itu pula sebabnya ada banyak blog yang terabaikan oleh pemiliknya. Blog yang tadinya ramai pengunjung, pelan-pelan mulai ditinggalkan.

Menulis adalah kegiatan yang menyenangkan. Dengan tulisan, semua hal yang kita pikirkan maupun yang kita inginkan menjadi kenyataan. Dengan tulisan, kita dapat membantu ataupun menghibur orang lain. Sangat besar bermanfaat dari menulis. Bahkan, dosen saya pernah berkata, “Orang jenius, bisa dilihat dari tulisannya.” Namun, menulis adalah kegiatan yang membosankan. Maka dari itu, perlu motivasi diri agar tetap Semangat menulis. Motivasi yang diperlukan bukan yang muluk-muluk, sampai harus ke kuburan minta petunjuk.

Alasan kenapa saya membuat tema motivasi dikarenakan banyak sekali penulis yang mengeluhkan pekerjaan nya sebagai penulis. Ada yang bilang menulis itu cape, tidak ada hasil yang memuaskan, ada juga yang bilang buang buang waktu. Nah oleh sebab itulah mengapa saya membuat suatu tema tentang motivasi dalam menulis.

Ada Sekitar 9 Motivasi yang harus kamu ketahui, agar semangat kamu dalam menulis tidak luntur atau bahkan hilang. Dapat saya rincikan sebagai berikut.

1. Penulis yang Baik Adalah Dengan Tidak Berhenti Menulis
2. Semua penulis akan meninggal, hanya karyanyalah yang akan abadi sepanjang masa, Kutipan dari (Ali bin Abi Thalib)
3. Orang Boleh Pandai Setinggi Langit, Tapi Selama Ia Tidak Menulis Ia Tidak Berguna, Kutipan by (Pramoedya Ananta Toer)
4. Kalau Kamu Bukan Anak Raja, Maka Jadilah Penulis (Imam Gazali)
5. Ilmu Bagaikan Binatang Buruan, dan Tali Pengikatnya Adalah Dengan Menulis, kutipan by (Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i)
6. Jangan Pernah Menyakiti Hati Penulis Jika Tidak Ingin Masuk Dalam Karyanya

7. Sesuatu Akan Bertahan Lebih Lama Saat Diwariskan Lewat Buku
8. Buku Harus Dijadikan Kapak Untuk Mencairkan Lautan Beku Dalam Diri, (Franz Kafka)
9. Penulis Yang Baik Bukan Orang Yang Menciptakan Banyak Karya, Tetapi Membuat Suatu Karya Yang Berguna Bagi Penikmatnya


https://amru.id/motivasi-diri-semangat-menulis/
https://www.c2live.com/motivasi-menulis-blog/
http://digilib.uinsgd.ac.id/370/
http://www.jurnalindonesia.org/apa-motivasi-anda-menulis-makalah/
https://www.bernas.id/56335-8-motivasi-ini-akan-membuat-kamu-semangat-dalam-menulis-poin-nomor-4-menyenangkan.html
http://wap.unikom.ac.id/berita/id/113/Kembalikan-Motivasi-Menulis-Generasi-Muda-Melalui-LENTERA-ILUSI.html
https://belapendidikan.com/beberapa-motivasi-agar-menulis-tak-luntur/

Cara Menemukan Ide Menulis Kreatif

Kreatifitas dalam menulis membuat hasil tulisan terlihat lebih berwarna dan disukai oleh banyak orang. Cerita yang kreatif akan membangun daya tarik tersendiri bagi pembaca untuk terus mengikuti perkembangan tulisan yang anda buat. Ide atau gagasan untuk membuat tulisan kreatif bisa muncul dari mana saja.

Cara Menulis Karya Ilmiah

Dalam menulis karya ilmiah ada hal pokok yang mendasar agar sebuah karya ilmiah itu bagus, dapat dipercaya dan akurat. Maka seorang penulis karya ilmiah harus rajin membaca dan mengkaji suatu disiplin ilmu. Kemudian juga seorang penulis karya ilmiah mesti bersabar dalam mengkaji dan meneliti suatu sumber masalah yang nantinya akan dituangkan di dalam suatu bentuk tulisan ilmiah. Sehingga pembaca menikmati informasi dan data terpercaya dari penulisan karya ilmiah tersebut.

Tentang Menulis Sejarah

Bagi Mahasiswa yang sudah terbiasa menulis program, menulis karya ilmiah bukanlah sesuatu yang sederhana. Hal itu yang Saya rasakan juga beberapa tahun kebelakang. Saat menulis program Saya dapat dengan mudah mencari tutorial, membuat program, execute dan mendapatkan hasilnya "sukses atau error". Tetapi untuk menulis karya ilmiah, sejak awal Saya tidak mengerti apa yang harus Saya ketik, "apakah sudah benar atau salah ?", dan lain sebagainya. Tetapi itulah tujuan belajar, berubah dari yang awalnya tidak bisa menjadi bisa membutuhkan proses.

Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

Mahasiswa memiliki ruang di setiap semester untuk menulis karya ilmiah. Karya ilmiah sering menjadi masalah tersendiri bagi mahasiswa. Permasalahannya bukan pada sedikit-banyaknya tugas menulis yang diberikan oleh dosennya, melainkan bagaimana tatacara penulisannya yang baik dan benar. Diantara karya ilmiah yang mereka harus tulis selama perkuliahan diantaranya, makalah, proposal penelitian, proposal skripsi, laporan penelitian dan sebagainya.

Penulisan karya ilmiah memiliki peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Dari sebuah karya ilmiah, lahir berbagai konsep teori, ide, gagasan, dan karya intelektual lainnya. Di perguruan tinggi, kegiatan menulis karya ilmiah merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan akademik seorang mahasiswa. Berbagai bentuk tulisan akademik menjadi hal yang perlu dipahami mengingat karya tulis yang dibuat menjadi refleksi pemahaman dari setiap bidang ilmu yang dipelajarinya.

Sebelum menulis ilmiah, perlu diketahui peraturan-peraturan tertulis dan tidak tertulis dari penerbit jurnal yang dituju. Tiap penerbit memiliki peraturan yang berbeda-beda. “Dengan memperhatikan peraturan, kita juga akan memperhatikan etika. Jika karya ilmiah anda ditolak, maka balaslah dengan baik. Jangan menyalahkan editor dan reviewer,” jelas pria yang telah meriview lebih dari 50 jurnal tersebut.

Berikut kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi:

1. Tidak memerhatikan struktur karya tulis.
2. Kurang memerhatikan penulisan sesuai dengan EBI (Ejaan Bahasa Indonesia)
3. Mengurangi kesalahan ketik (typo)
4. Sinkronisasi antara sitasi yang ada di uraian teks dengan yang ada di daftar pustaka

Berbeda dengan buku pedoman karya ilmiah lainnya, buku ini ditulis dengan memakai bahasa yang ringan dan reflektif—tidak akademis. Ringan berarti pemilihan katanya dimaksudkan seakan-akan bahasa lisan, sedang berdialog dengan mahasiswa. Reflektif maksudnya, bahasa dan kalimatnya ditulis mengalir begitu saja, tanpa pertimbangan bahasa yang ilmiah—ini terkesan anomali, karena buku ini tentang karya ilmiah, tetapi biarlah yang ilmiah-ilmiah bisa diperoleh pembaca di buku-buku yang lain. Maka, buku ini dimaksudkan semata sebagai buku petunjuk praktis (tips) menulis karya ilmiah. Di dalamnya semacam trik-trik atau tips-tips menyusun Proposal dan skripsi/tesis/ disertasi. Dijelaskan juga masalah-masalah internal dan eksternal mahasiswa saat menulis karya ilmiah

Baca: Cara Membuat Buku Dengan Teknik Apa Adanya

https://berkahkhair.com/cara-menulis-karya-ilmiah/
https://www.codepolitan.com/3-langkah-untuk-mahasiswa-dalam-menulis-karya-ilmiah-5a02a0bae8671
https://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah
https://www.kompasiana.com/kangimang/5520ee3d8133110f7719f832/konsep-dasar-menulis-karya-ilmiah
http://aksara-timur.or.id/sky-diving/
https://www.its.ac.id/news/2018/10/02/enam-hal-penting-dalam-menulis-karya-ilmiah/
https://typoonline.com/blog/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-menulis-karya-ilmiah/
http://prenadamedia.com/shop/tips-menulis-karya-ilmiah/
https://figshare.com/articles/Teknik_Menulis_Karya_Ilmiah_Langkah_1_/6372836

Cara Membuat Esai

Dalam dunia pendidikan, pasti tak asing dengan istilah esai. Esai merupakan sebuah pembahasan yang mengupas permasalahan dimana di dalamnya terdapat pendapat dari penulis. Selain untuk dipelajari, bagi mahasiswa ataupun siswa biasa, tak jarang mendapat tugas untuk membuat esai. Akan tetapi sayangnya tak banyak yang tahu bagaimana cara membuat esai yang baik dan benar, sehingga hasil karya tulis yang dibuat menjadi berantakan.

Baca: Cara Membuat Buku Dengan Teknik Apa Adanya

Saya bertugas mengecek essay yang masuk dari seleksi peserta ISLC ini. Selain essay juga ada seleksi CV. Pada hari ini saya menghadiri acara Gala Dinner dan akhirnya setelah sekian lama berada di ‘belakang layar’, saya bisa berjumpa dengan pemimpin-pemimpin masa depan terbaik di negeri ini.

Tips Sukses Menulis Tugas Esay

Salah satu bentuk tugas yang umum didapatkan mahasiswa di bidang social sciences/humanities/business adalah tugas menulis esai akademik. Meski sebagai mahasiswa post-graduate kita sudah pernah mendapatkan tugas-tugas serupa di S1 misalnya, namun kenyataannya studi di luar negeri menuntut tantangan mental yang cukup besar (hehe lebai). Nah, tugas menulis pun macam-macam, bisa dilihat di post ini sebagai ilustrasi. Jadi pastikan kalau tugas yang mau kita tulis sudah benar (misal jangan sampai menulis deskripsi/ summary padahal tugasnya adalah critique). Nah berdasarkan pengalaman mengerjakan buanyak tugas plus peran saya sebagai tutor/fasilitator di salah satu mata kuliah anak master (cihuy!), beberapa hal yang harus kita perhatikan adalah:

1. Alokasikan waktu yang cukup
2. Membaca kriteria penilaian
3. Membaca artikel jurnal yang relevan dan artikel konteks nyata
4. Perencanaan esay
5. Menulis dengan hati-hati
6. Berpikir dalam dan lateral.
7. Proofreading dan Editing
8. Cek lagi reference list.
9. Submit Turn it In lebih awal.

Untuk membuat sebuah esai yang berkualitas, diperlukan kemampuan dasar menulis dan latihan yang terus menerus. Berikut ini panduan dasar dalam menulis sebuah esai.

Struktur Sebuah Esai

Pada dasarnya, sebuah esai terbagi minimum dalam lima paragraf:

1. Paragraf pertama: Dalam paragraf ini penulis memperkenalkan topik yang akan dikemukakan, berikut tesisnya. Tesis ini harus dikemukakan dalam kalimat yang singkat dan jelas, sedapat mungkin pada kalimat pertama.
2. Paragraf kedua sampai kelima: Ketiga paragraf ini disebut tubuh dari sebuah esai yang memiliki struktur yang sama.
3. Paragraf kelima (terakhir): Paragraf kelima merupakan paragraf kesimpulan. Tuliskan kembali tesis dan sub topik yang telah dibahas dalam paragraf kedua sampai kelima sebagai sebuah sintesis untuk meyakinkan pembaca

Menulis esai adalah kegiatan yang kompleks, kegiatan ini bukan hanya sekedar menulis, namun juga menganalisa dan membaca. Esai bertujuan untuk mengembangkan ide dan konsep yang dihasilkan seseorang dalam sebuah tulisan. Namun demikian, tulisan harus terstruktur dan memiliki alur yang jelas dan sesuai dengan tujuan dari penulisan essay.


https://tafenglish.co.id/blog/2018/10/16/lima-langkah-praktis-menulis-esai/
http://lisensiuinjkt.com/panduan-membuat-essay/
http://arryrahmawan.net/panduan-praktis-menulis-esai/
http://fitrihoktaviani.lecture.ub.ac.id/tag/cara-menulis-essay/
https://sarungpreneur.com/contoh-esai/
https://id.wikipedia.org/wiki/Esai
http://www.studygs.net/indon/wrtstr1.htm

Cara Menulis Resensi Buku

Resensi adalah model tulisan yang secara umum menyinggung ikhtisar sekaligus ringkasan dari karya yang dinilai untuk bisa diperoleh keunggulan maupun kelemahannya. Hal ini bertujuan memberikan pandangan bagi pembaca dan calon pembaca mengenai karya tersebut. Teman-teman pasti sudah sering melihat tulisan berupa resensi yang menyampaikan keunggulan dan kekurangan dari sebuah novel, cerpen, naskah drama, ataupun film.

Baca: Cara Membuat Buku Dengan Teknik Apa Adanya

Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dimaksud disini bisa berupa berupa buku dan karya seni film dan drama. Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada masyarakat.

Ada juga pendapat yang memberikan devinisi Resensi adalah ulasan/penilaian/ pembicaraan mengenai suatu karya baik itu buku, film, atau karya yang lain. Penulis resensi memberikan gambaran secara garis besar kepada pembaca mengenai suatu karya baik itu film maupun buku agar dipertimbangkan untuk dibaca maupun ditonton. Jadi secara garis besar Resensi diartikan sebagai kegiatan untuk mengulas atau menilai sebuah hasil karya baik itu berupa buku, novel, maupun film dengan cara memaparkan data-data, sinopsis, dan kritikan terhadap karya tersebut.

Resensi buku adalah kupasan atau pembahasan tentang buku yang dimuat di media massa, seperti surat kabar atau majalah. Resensi bertujuan untuk memberi tahu kepada calon pembaca tentang keunggulan dan kelemahan sebuah buku, sekaligus memberi saran kepada calon pembaca mengenai perlu atau tidaknya sebuah buku dibaca. Bila kita adalah seekor, eh seorang kutu buku, maka menjadi resensator atau penulis resensi buku tentu merupakan profesi yang sangat menyenangkan.

Dilansir dari academicindonesia.com, ada lima cara mudah untuk meresensi buku pada umumnya. Kelima itu diantaranya adalah:

1. Menentukan Buku yang Akan Diresensi

Langkah pertama ini mutlak dilakukan untuk menentukan genre buku apa yang hendak diresensi. Buku-buku seperti novel, antologi cerpen, roman, puisi, biografi dan banyak buku lainnya tentu memiliki perbedaan. Sehingga dengan menentukan buku apa yang akan diresensi dapat menghindarkan dari kebingungan.

2. Mencatat Data atau Informasi Buku yang Akan Diresensi

Data atau informasi dari sebuah buku adalah identitas buku. Dalam resensi, mencantumkan identitas buku ini wajib hukumnya. Adapun identitas buku tersebut meliputi:

Judul Buku:?
Pengarang:
Penerbit :
Cetakan :
Tebal Buku:
Harga Buku:

3. Menuliskan Poin-poin Penting dalam Buku
4. Menuliskan Isi Resensi

Langkah berikutnya adalah menulis resensi. Pada tahap ini adalah bagian kita untuk menilai kelebihan dan kekurangan suatu buku. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

5. Menulis Kesimpulan

Langkah yang terakhir adalah menuliskan kesimpulan resensi untuk megungkapkan apa yang bisa di dapat dari buku yang diresensi. Dan jangan lupa untuk menyarankan kepada pembaca agar segera membaca buku tersebut.

Cara Menulis Sinopsis Buku Novel

https://www.kartunet.com/menulis-resensi-buku-791/
https://www.bernas.id/51227-cara-mudah-menulis-resensi-buku.html
http://kingartikel.blogspot.com/2015/06/contoh-resensi-dan-cara-penulisan.html
http://www.yuksinau.id/resensi-pengertian-unsur-jenis-tujuan-manfaat/#!
https://www.studiobelajar.com/cara-menulis-resensi/

Cara Mudah menulis Dongeng untuk Anak

Menulis dongeng? Wuah, menurut saya bukanlah pekerjaan gampang. Beberapa kali naskah dongeng yang saya buat, batal saya kirimkan ke majalah. Saya pikir, kok karya saya tidak sefantastis dongeng-dongeng karya penulis lain. Kemudian, saya memilah-milah sendiri bentuk-bentuk dongeng yang dipublikasikan.

Baca: Cara Membuat Buku Dengan Teknik Apa Adanya

Menurut Lustantini Septiningsih (1998: 16), ada empat unsur penting yang menjadi kunci ketertarikan pendengar (anak-anak) pada suatu dongeng. Yaitu, tema, tokoh, alur cerita, dan latar cerita. Hal ini harus diperhatikan oleh seorang pendongeng atau orang tua agar dapat membuat dongeng yang menarik sehingga tujuan dari mendongeng benar-benar tersampaikan kepada anak. Sebab, mendongeng tidak hanya bertujuan untuk hiburan atau melewatkan waktu luang saja, akan tetapi sangat banyak berisikan pelajaran (moral), nilai-nilai yang kelak akan ditanamkan kepada anak.

Dongeng merupakan bentuk sastra lama yang menceritakan suatu kejadian yang luar biasa yang penuh khayalan (fiksi) yang dianggap oleh masyarakat suatu hal yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng merupakan bentuk cerita tradisional atau cerita yang disampaikan secara turun-temurun dari nenek moyang. Dongeng berfungsi untuk menyampaikan ajaran moral (mendidik), dan juga menghibur (Wikipedia bahasa Indonesia).

Dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar ada dan tidak terjadi di dunia nyata. Dan dongeng merupakan warisan budaya dari nenek moyang kita yang sangat berharga dan sarat dengan nilai-nilai kebaikan, sehingga patut untuk dilestarikan. Dalam artikel kali ini akan dijelaskan mengenai pengertian dongeng, ciri-ciri dan jenis serta bagaimana cara membuat dongeng.

Kamu suka dongeng? Apakah kamu ingin membuat dongengmu sendiri? Berikut ini 7 tipsnya.

1. Tentukan tokoh
Tentukan siapa yang akan menjadi tokoh dalam ceritamu. Bayangkan dalam pikiranmu bentuk fisiknya, sifatnya, pakaiannya, dan juga suaranya.

2. Ciptakan konflik
Coba kamu baca lagi dongeng kesukaanmu. Pasti semua tokohnya punya masalah, kan? Misalnya Elsa yang membuat semua yang ada di dekatnya membeku.

3. Tentukan alur dan setting cerita
Tentukan apa yang terjadi pada tokoh ceritamu saat mendapatkan konflik, bagaimana ia mencari jalan keluar, menemukan halangan, dan akhirnya mendapatkan apa yang diinginkannya.

4. Tuliskan ceritamu
Setelah menentukan tokoh, menciptakan konflik, dan menentukan alur cerita, ceritakanlah semua dalam kalimat. Jika kamu bisa menggambar, gunakanlah gambar.

5. Banyak membaca
Saat membaca, tanpa disadari kita akan mengingat cara merangkai kata. Banyak membaca akan menambah kosakata kita.

6. Berlatih
Membuat dongeng adalah keterampilan. Seperti keterampilan lainnya, membuat dongeng harus dilatih terus-menerus.

7. Jaga ide
Kamu sering mendapatkan ide untuk membuat dongeng? Bagaimana cara menjaga ide supaya bisa menjadi cerita utuh?

Langkah Pertama Cara Menulis Buku Bagi Pemula

Namun, semudah apapun mengerjakan sesuatu jika tidak mengetahui ilmunya maka akan terasa sulit dan membingungkan. Sedangkan untuk mendapatkan sebuah ilmu kita dituntut untuk belajar dan berlatih. Hukum ini berlaku untuk semua pekerjaan.

https://www.kompasiana.com/bennybhai/5520d00da333119f4646d244/cara-mudah-menulis-dongeng-untuk-anak
http://jalurilmu.blogspot.com/2011/12/cara-membuat-dongeng-yang-baik.html
http://bobo.grid.id/read/08674160/7-tips-membuat-dongeng-yang-mudah-dilakukan?page=all
https://azainalmutaqin.wordpress.com/2016/08/21/langkah-mudah-menulis-cerita-dongeng-fabel/
https://bbugm.wordpress.com/2017/06/15/menulis-dongeng/
http://www.eventzero.org/membuat-dongeng-dan-pengertian-dongeng/

Tentang Menulis Sejarah

Sejarah bukan semata-mata rangkaian fakta belaka, tetapi sejarah adalah sebuah cerita. Cerita yang dimaksud adalah penghubungan antara kenyataan yang sudah menjadi kenyataan peristiwa dengan suatu pengertian bulat dalam jiwa manusia atau pemberian tafsiran /interpretasi kepada kejadian tersebut (R. Moh. Ali, 2005: 37). Dengan kata lain penulisan sejarah merupakan representasi kesadaran penulis sejarah dalam masanya ( Sartono Kartodirdjo, 1982: XIV ).
Baca: Cara Membuat Buku Dengan Teknik Apa Adanya

Penulis mengajak kepada generasi muda terdidik untuk mencoba menulis sejarah desa, karena selama ini penulisan sejarah desa hanya dilakukan oleh generasi tua. Namun demikian bukan berarti tidak yakin dengan kemampuan generasi tua alangkah baiknya generasi tua dijadikan nara sumber. Penulisan sejarah desa yang sudah ada dan sudah beredar merupakan langkah awal untuk bahan referensi dan daftar pustaka ke depan karena sejarah tidak stagnan.

Menulis artikel sejarah nyatanya memiliki proses yang berbeda dengan menulis artikel pada umumnya. Artikel yang dibuat oleh sejarawan pun berbeda pula dengan hasil tulisan yang dibuat seorang jurnalis. Namun Anda tak perlu menjadi seorang sejarawan untuk bisa menulis artikel sejarah, terutama di media online. Ikuti tips dari Tyson Tirta, sejarawan dan penulis kolom sejarah di Tirto.id.

Sebelum adanya sejarah, kita perlu memastikan bahwa sejarah itu benar benar terjadi. Untuk memastikan bahwa sejarah itu benar benar terjadi kita perlu melakukan sebuah penelitian sejarah. Hasil dari penelitian tersebut yang menentukan benar atau tidak adanya sejarah tersebut. Kebenaran yang dicari akan dianggap benar apabila masuk akal. Dalam melakukan penelitian sejarah kita harus mengikuti langkah langkah penelitian sejarah yang ada.

Beberapa hari lalu, dalam rangkaian kegiatan Holland Festival, satu diskusi mengenai sejarah bersama Indonesia-Belanda diadakan di De Balie, Amsterdam dengan judul, “Writing History. Beyond the VOC-Nostalgia”. Tahun ini, musik-musik dari Indonesia menjadi fokus regional dari festival seni ini, dengan serangkaian program mengenai musik kontemporer. Namun ketika menyangkut Indonesia dan Belanda, sejarah seketika hadir. Festival ini mengundang Lizzy van Leeuwen (antropolog budaya dan jurnalis) serta Ayu Utami (penulis) untuk melihat secara lebih dekat (per)ingatan tentang sejarah kolonial di kedua negara. Mereka juga membahas mengenai ke(tidak)mungkinan untuk menulis sejarah bersama.

Saya bukanlah orang yang berlatar belakang sejarah dalam kapasitas keilmuan. Namun saya merasa tertarik dan menaruh perhatian pada beberapa segmen sejarah yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Meski bukan dalam proses menghafal semata. Sejarah bagi saya adalah khasanah pengetahuan yang akan membuat kita menjadi arif lagi bijaksana. Sejarah bukan saja menyangkut fase kejayaan ataupun catatan kelam tentang sebuah peristiwa dan kejadian.

Sejarah seringkali menjadi jauh lebih menarik saat ditulis oleh penulis yang tak berlatar belakang sejarah. Hal tersebut mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia menggelar kegiatan bimbingan teknis yaitu Peningkatan Kompetensi Teknis Bagi Penulis Sejarah. Acara yang ditujukan bagi penulis non latar belakang sejarah itu berlangsung, Senin (19/2) hingga Jumat (23/2), di Hotel Kartika Graha.

Menurutnya, hal mendasar yang membedakan ilmu sejarah dan ilmu lainnya adalah sifatnya yang diakronis, yakni menjelaskan mulai kapan sampai kapan. Dosen sejarah Unesa tersebut menambahkan, sejarah itu dapat ditulis berdasar jiwa zaman (zeit geist), prasangka kelompok (group prejudice), dan prasangka individu (personal bias). Kontroversi dalam penulisan buku sejarah bisa terjadi apabila sejarah ditulis dari sisi prasangka kelompok dan personal bias, ingatnya.


https://pussisunimed.wordpress.com/2010/02/05/penulisan-sejarah-historiografi-indonesia/
https://pamulihan.wordpress.com/2012/05/14/belajar-menulis-sejarah-desa/
http://crafters.getcraft.com/id/tips-menulis-sejarah/
https://www.eduspensa.id/langkah-langkah-penelitian-sejarah/
https://historibersama.com/menulis-sejarah-bersama-geschiedenismagazine-nl/?lang=id
https://www.kompasiana.com/tamita_wibisono/5a9bf2a65e13730d5132e5e3/menulis-sejarah-tidak-bisa-mengarang-indah
https://www.malang-post.com/pendidikan/10779-semua-orang-bisa-menulis-sejarah